Subscribe

Mengenal Manunggal rasa sejati 8432/M-MADIUN

Manunggal Rasa Sejati 8432/M. Bukanlah nama suatu perguruan tapi nama sebuah "ajaran" ilmu batin. Dalam silsilahnya ajaran ini dibawa oleh "kyai mataram" pada tahun 1825-1830 atau pada saat berlangsungnya perang Diponegoro. Saat berakhirnya perang diponegoro banyak para Kyai-kyai dari Mataram yang berhijrah mengajarkan ajaran Islam. Salah satu Kyai itu bernama Kyai Isnawi, beliu bertugas meyebarkan ajaran islam dijawa timur dan akhirnya bertemu dengan Kyai pengasuh pondok shalafiah yang bernama pödok "Rasa sejati" yang berada di Magetan. Pondok ini diasuh oleh Kyai Khasan iman ( Kyai jabel nyowo ).Dari ajaran kedua Kyai ini kemudian diturunkan pada Kyai Kunted dan seterusnya. Pada tahun 1988 nama "Rasa sejati" berubah menjadi "Manunggal rasa sejati 8432/M" Yang diasuh oleh Romo Kyai Nurmansyah Njoyo Sudargo sampai sekarang. Dan berpusat di Desa Kerjo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Tujuan ajaran MARASE adalah mengenal diri dengan niat ibadah, sebagaimana Sabda Nabi "Man Arofanafsahu Faqod Arofa Robbahu" (barang siapa mengenal dirinya maka akan dikenal pula Tuhannya). Nama MARASE berasal dari tìga kata "Manunggal" yang berarti bersatu, "Rasa" yang berarti hati suci dan "Sejati" yang berarti Tuhan. Angka 8432 mempunyai arti pada jumlah angkanya, yaitu 17 yang terhimpun dalam 17 Roka'at Shalat sehari semalam yang wajib dijalani oleh semua jama'ah MARASE. Sedang huruf "M" dibelakang angka berarti MANUNGSO (Iman dumunung kang moho kuoso). Demikian sekilas ajaran MARASE pada pokok sejarah, kejatian ilmu dan ajarannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar